PATRIARCHAL ENCYCLICAL FOR CHRISTMAS 2021 (English – Bahasa)

FOR CHRISTMAS

Prot. No. 773

PATRIARCHAL ENCYCLICAL 

FOR CHRISTMAS

+ B A R T H O L O M E W

BY GOD’S MERCY ARCHBISHOP OF CONSTANTINOPLE-NEW ROME 

AND ECUMENICAL PATRIARCH 

TO ALL THE PLENITUDE OF THE CHURCH

GRACE, MERCY AND PEACE 

FROM THE SAVIOR CHRIST BORN IN BETHLEHEM

* * *

Brother concelebrants and blessed children,

Having once again arrived at the splendid feast of the Nativity in the flesh of our Savior Christ , who visited us from the heights, we glorify with psalms and hymns His all-heavenly name. The Incarnation of the pre-eternal Word of God is “the crowning of our salvation,” the “eternal mystery” of divine-human communion that transcends all reason. As St. Maximus the Confessor says so eloquently, “as a loving God, He truly became human assuming the essence of humankind, although the manner in which He became human will always remain ineffable; He became human in a manner that transcends humanity.”[1]

            The divine Incarnation, along with the manifestation of the truth about God also reveals the truth and ultimate destination of man, our deification by grace. St. Nicholas Cabasilas proclaims so theologically that Christ “is the first and only One to show us the true and perfect man.”[2] Since that time, anyone who honors God must also honor man, and whoever undermines man also dishonors God, who assumed our nature. In Christ, speaking theologically about God we speak at the same time about man. The incarnate Divine Economy definitively abolishes the image of God as tyrannical, punitive, and adversary to man. Christ is everywhere, always and in all things the denial of the denial of man and the defender of human freedom. The life of the Church, as the flesh assumed by the incarnate Son and Word of God,[3]represents, expresses and serves this all-saving mystery of divine-humanity.

            With this “other fashioning” of man and renewal of all creation in Christ as its banner, the Church today offers the good witness before every development that threatens the sacredness of the human person and the integrity of creation. It lives and preaches the truth of authentic spiritual life and the culture of love and solidarity. Offering testimony “about the hope that lies within us” (1 Pet 3.15), the Church does not in any way regard contemporary civilization as another sinful Nineveh by invoking like Jonah the divine wrath on it and its abolition, but rather the Church struggles for the culture’s transformation in Christ. In our age we need pastoral imagination, dialogue and not argumentation, participation and not abstention, specific deeds and not abstract theory, creative reception and not general rejection. All these do not function at the expense of our spirituality and liturgical life, but reveal the inviolable unity of what we call the “vertical” and “horizontal” dimensions of the Church’s presence and witness. Faithfulness to the tradition of the Church is not entrapment to the past, but employment of the experience of the past in a creative way for the present.

            In this past year, too, the pandemic of the Covid-19 coronavirus has troubled humankind. We give glory to the God of mercy, who strengthened the specialists and scientists to develop effective vaccines and other medications in order to confront this crisis, and we encourage all faithful who have yet to be vaccinated to do so and everyone to adhere to the protective measures by the health authorities. Science, to the extent that operates as a minister of man, is a priceless gift by God. We must gratefully accept this gift and not be misled by irresponsible voices of ignorant and self-proclaimed as representatives of God and of the authentic faith “spiritual advisors,” who, nevertheless, lamentably invalidate themselves through the absence of love for their brethren, whose lives they expose to grave danger.

Most honorable brothers and dearly beloved children,

            With unshakable conviction that the life of each of us and the journey of all humanity is directed by the God of wisdom and love, we look forward to a happy 2022, which despite external factors and developments will be for everyone a year of salvation, inasmuch as during its course as well, the movement of history is guided by Christ, who loves mankind and cares for all things, “who desires that all people will be saved and come to the knowledge of truth.” (1 Tm 2.4)

            With God’s will, during the upcoming Holy and Great Week, we shall hold the service of the Blessing of the Holy Chrism in our venerable Center. We regard it as a uniquely divine gift to our Modesty that we shall be deemed worthy to preside over this festive and moving rite for the fourth time in our humble Patriarchal ministry. Glory to God for all things!

            With these sentiments, respectfully worshiping the child Jesus born in Bethlehem, we orient our thought to our Christian brothers there and we pray for the peaceful and harmonious coexistence of all those residing in the Holy Land. 

In this spirit, we wish to all of you, those near and afar, a blessed Twelvetide, as well as a healthy, fruitful in good deeds and filled with divine gifts new year in the Lord’s favor, to Whom belong the glory and might to the endless ages. Amen.

                                                                                                          Christmas 2021

                                                                                          +Bartholomew of Constantinople

Fervent supplicant of all before God


[1] Maximus the Confessor, Varia, On Virtue and Evil, Century I, 12. PG 90. 1184.

[2] Nicholas Cabassilas, On the Life in Christ. PG 150. 680–681.

[3] See John Chrysostom, Homily before Exile. PG 52. 429.

___________________________________________________________________________________________

ENSIKLIK KEPATRIARKHAN BAGI PESTA NATAL 2021

Protokol No. 773

✠ B A R T H O L O M E U S

OLEH BELAS KASIH ALLAH USKUP AGUNG KONSTANTINOPEL-ROMA BARU DAN PATRIARK EKUMENIKAL

KEPADA PEMILIK GEREJA

RAHMAT, PENGASIHAN DAN DAMAI

DARI KRISTUS SANG JURUSELAMAT LAHIR DI BETHLEHEM

Saudara-saudara seperayaan dan anak-anak yang diberkati,

Setelah sekali lagi tiba di pesta yang penuh kesemarakan atas Kelahiran dalam daging Juruselamat kita Kristus, yang mengunjungi kita dari tempat tinggi, kita memuliakan dengan mazmur dan puji-pujian nama surgawi-Nya. Inkarnasi Sang Firman dari Allah yang pra-kekal adalah “mahkota keselamatan kita”, “misteri abadi” dari persekutuan ilahi-manusia yang melampaui semua akal. Seperti yang dikatakan dengan eloknya oleh St. Maximus Sang Pengaku Iman, “sebagai Tuhan yang pengasih, Dia benar-benar menjadi manusia dengan mengambil kodrat umat manusia, meskipun cara Dia menjadi manusia akan selalu tetap tak terlukiskan; Dia menjadi manusia dengan cara yang melampaui kemanusiaan.”

Inkarnasi ilahi, bersama dengan manifestasi kebenaran tentang Allah, juga mengungkapkan kebenaran dan tujuan akhir manusia, pengilahian (deifikasi) kita melalui rahmat. St. Nicholas Cabasilas menyatakan secara teologis bahwa Kristus “adalah yang pertama dan Satu-satunya yang menunjukkan kepada kita manusia akan manusia yang benar dan yang sempurna.” Sejak saat itu, siapa pun yang menghormati Allah juga harus menghormati manusia, dan siapa pun yang merendahkan manusia juga merendahkan Allah, yang mengambil sifat kita. Di dalam Kristus, saat berbicara secara teologis tentang Allah, maka kita pun berbicara pada saat yang sama tentang manusia. Ekonomia Ilahi yang berinkarnasi secara definitif, menghapuskan citra Allah sebagai tirani, yang menghukum, dan bermusuhan dengan manusia. Kristus ada di mana-mana, senantiasa dan dalam segala hal hadir atas penyangkalan penyangkalan manusia dan pembela atas kebebasan manusia. Kehidupan Gereja, sebagai daging yang diambil melalui inkarnasi Sang Putra dan Firman Allah, melambangkan, mengungkapkan dan melayani misteri kemanusiaan-ilahi yang menyelamatkan ini.

Dengan “penjubahan lain” atas manusia ini dan pembaruan semua ciptaan di dalam Kristus sebagai panjinya, Gereja hari ini memberikan kesaksian yang baik dihadapan setiap perkembangan yang mengancam kekudusan pribadi manusia dan keutuhan ciptaan. Ia menghidupi dan mengkhotbahkan kebenaran kehidupan spiritual yang otentik dan budaya cinta dan solidaritas. Menawarkan kesaksian “tentang harapan yang ada di dalam diri kita” (1 Ptr. 3.15), Gereja sama sekali tidak menganggap peradaban masa kini sebagai Niniwe lain yang, seperti yang dikatakan kepada Yunus, penuh dengan murka ilahi di atasnya dan akan dibinasakan, melainkan Gereja berjuang untuk transformasi budaya di dalam Kristus. Di jaman kita ini, kita membutuhkan imajinasi pastoral, dialog dan bukan argumentasi; partisipasi dan bukan abstain, tindakan khusus dan bukan teori abstrak, penerimaan kreatif dan bukan penolakan mentah-mentah. Semua ini tidak berfungsi dengan mengorbankan spiritualitas dan kehidupan liturgi kita, tetapi mengungkapkan kesatuan yang tidak dapat diganggu gugat dari apa yang kita sebut dimensi “vertikal” dan “horizontal” dari kehadiran dan kesaksian Gereja. Kesetiaan pada tradisi Gereja bukanlah jebakan ke masa lalu, tetapi penggunaan pengalaman masa lalu dengan cara yang kreatif untuk masa kini.

Di tahun-tahun belakangan ini juga, pandemi virus corona Covid-19 telah meresahkan umat manusia. Kita memuliakan Tuhan yang berbelas kasih, yang memperkuat para spesialis dan ilmuwan untuk mengembangkan vaksin yang efektif dan obat-obatan lain untuk menghadapi krisis ini, dan kami mendorong semua umat beriman yang belum divaksinasi untuk melakukannya dan setiap orang untuk mematuhi protokol perlindungan dan tindakan oleh otoritas kesehatan. Ilmu pengetahuan, sejauh berfungsi sebagai pelayan manusia, adalah hadiah tak ternilai dari Allah. Kita harus bersyukur menerima karunia ini dan tidak disesatkan oleh suara-suara yang tidak bertanggung jawab dari orang-orang bodoh dan menyatakan diri sebagai wakil Allah dan dari iman otentik dengan menjadi “penasihat spiritual,” yang, bagaimanapun, sayangnya mematahkan diri mereka sendiri karena tidak adanya cinta untuk saudara-saudara mereka, yang kehidupan mereka itu rentan dan sedang menghadapi bahaya kematian.

Saudara-saudara yang terhormat dan anak-anak yang terkasih,

Dengan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa kehidupan kita masing-masing dan perjalanan seluruh umat manusia diarahkan oleh Allah dalam kebijaksanaan dan kasih, kita menantikan tahun 2022 yang bahagia, terlepas dari faktor-faktor eksternal dan segenap perkembangan-perkembangannya, akan menjadi tahun keselamatan bagi semua orang, karena seperti juga selama perjalanannya, pergerakan sejarah dibimbing oleh Kristus, yang mengasihi umat manusia dan peduli akan segala sesuatu, “yang menginginkan agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.” (1 Tim. 2.4)

Atas kehendak Allah, selama Pekan Suci dan Pekan Agung yang akan datang, kami akan mengadakan Ibadat Pemberkatan Minyak Krisma Suci di Pusat Gereja kita yang terhormat. Kami menganggapnya sebagai hadiah ilahi yang unik untuk Kesederhanaan kita bahwa kami dianggap layak untuk memimpin ritus yang meriah dan mengharukan ini untuk keempat kalinya dalam pelayanan Patriarkat kami yang sederhana. Kemuliaan bagi Allah untuk segala sesuatu!

Dengan perasaan ini, dengan penuh hormat menyembah kanak Yesus yang lahir di Betlehem, kami mengarahkan pikiran kami kepada saudara-saudara Kristen kita di sana dan kami berdoa agar hidup berdampingan secara damai dan harmonis dari semua yang tinggal di Tanah Suci.

Dalam semangat ini, kami berharap kepada kalian semua, yang dekat dan yang jauh, Dua Belas Tahun yang terberkati, anugerah kesehatan, berbuah dalam perbuatan baik dan dipenuhi dengan karunia-karunia ilahi tahun yang baru dalam kemurahan Tuhan, Yang Empunya kemuliaan dan kuasa kekal hingga sepanjang segala abad. Amin.

Natal 2021

✠ Bartholomew of Constantinople
Pemohon doamu yang setia dihadapan Allah.